Nagari Koto Besar
Kecamatan Koto Besar, Kabupaten DHARMASRAYA
Nagari Koto Besar Gelar Rembuk Stunting, MMD, dan Pembentukan Tim RKP
Koto Besar, 21 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2026, Pemerintah Nagari Koto Besar melaksanakan Rembuk Stunting, Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), sekaligus pembentukan Tim RKP Nagari. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (21/8) di Gedung Pangan Nagari Koto Besar dengan dihadiri sekitar 30 orang peserta, terdiri dari Wali Nagari H. Eko Noris, Camat, Ketua Bamus Seprinaldi Chan, perwakilan Puskesmas, Pendamping Desa, perangkat nagari, serta unsur Bamus.
Musyawarah yang dipimpin Ketua Bamus, Seprinaldi Chan, berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para peserta membahas capaian nagari dalam penanganan stunting yang pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga 0%. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nagari Koto Besar sekaligus tantangan untuk menjaga keberlanjutan di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Wali Nagari H. Eko Noris menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, tahun ini Nagari Koto Besar berhasil menekan angka stunting hingga 0%. Namun perjuangan kita tidak berhenti di sini. Tahun 2026 kita akan fokus pada langkah pencegahan, salah satunya dengan pemberian makanan tambahan untuk anak-anak dan ibu hamil. Semoga langkah ini bisa menjaga generasi nagari kita tetap sehat dan kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Koto Besar turut memberikan apresiasi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Nagari Koto Besar yang telah melaksanakan rembuk stunting sesuai regulasi. Keberhasilan mencapai angka nol adalah prestasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga keberlanjutan agar tidak ada kasus baru di tahun mendatang,” ungkapnya.
Selain rembuk stunting, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang membahas kondisi kesehatan masyarakat secara umum, termasuk penguatan layanan posyandu, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta penyuluhan pola hidup bersih dan sehat. MMD menjadi forum penting untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat mengenai kebutuhan dan harapan di bidang kesehatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Tim RKP Nagari Tahun 2026. Tim ini akan menjadi motor perencanaan pembangunan nagari, memastikan bahwa program pencegahan stunting, kesehatan masyarakat, serta prioritas pembangunan lainnya dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan nagari secara menyeluruh.
Musyawarah tersebut menyepakati bahwa tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan program pencegahan stunting, dengan langkah utama berupa pemberian makanan tambahan, penyuluhan kesehatan masyarakat, penguatan posyandu, serta integrasi dalam RKP Nagari.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Harapannya, Nagari Koto Besar terus menjadi contoh bagi nagari lain dalam upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus mempertahankan prestasi sebagai nagari zero stunting.


